Korea Utara mengeluarkan peringatan keras bahwa upaya kelompok G7 untuk menghapus senjata nuklirnya dapat berujung pada ‘bencana’. Pernyataan ini disampaikan oleh pemimpin Korea Utara, Kim Yo-jong, yang menegaskan bahwa denuklirisasi adalah garis batas yang tidak boleh dilanggar. Ia menyatakan bahwa siapapun yang berusaha merugikan kepentingan fundamental negara pemilik senjata nuklir akan menghadapi konsekuensi terburuk.
Dalam konteks ini, Kim menjelaskan bahwa senjata nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara merupakan alat deterrent defensif yang diperoleh sebagai respons terhadap ancaman nuklir yang terus-menerus dari negara-negara musuh. Ia menyebutkan bahwa senjata tersebut adalah ‘fondasi’ untuk memastikan perdamaian di kawasan. Sikap keras ini menunjukkan bahwa Korea Utara tidak akan mundur dari posisinya meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak terkait program nuklirnya.
Kim juga menyebutkan bahwa argumen untuk denuklirisasi sudah sangat ketinggalan zaman dan tidak akan berubah terlepas dari seberapa keras kritik yang dilontarkan terhadap program nuklir Korea Utara. Hal ini menggambarkan ketegangan yang terus berlangsung di kawasan, di mana negara-negara besar seringkali bersikap skeptis terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pyongyang.
Pernyataan tersebut muncul setelah para pemimpin G7 mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Rabu, menyusul pertemuan mereka, yang menunjukkan ‘kekhawatiran mendalam’ mengenai program nuklir dan misil balistik Korea Utara. Mereka menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendorong denuklirisasi total Korea Utara sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun, sikap G7 yang berupaya menekan Korea Utara justru semakin memperdalam ketegangan antara kedua belah pihak.
Relevansi isu ini bagi pembaca Indonesia sangat penting, mengingat ketegangan di Asia Timur dapat berdampak pada stabilitas regional dan keamanan global. Mengingat bahwa Indonesia juga terlibat dalam diplomasi internasional, perkembangan ini perlu diperhatikan untuk memahami dinamika politik dan keamanan yang lebih luas.