Perebutan Golden Boot di Piala Dunia 2022 telah menjadi salah satu sorotan utama turnamen ini. Bintang-bintang sepak bola seperti Kylian Mbappé, Lionel Messi, Harry Kane, dan Erling Haaland bersaing ketat untuk menjadi pencetak gol terbanyak.
Menghadapi babak perempat final, Mbappé, Messi, Kane, dan Haaland adalah empat pencetak gol teratas yang masing-masing memiliki peluang untuk meraih penghargaan tersebut. Mereka semua mencetak gol dengan catatan yang mengesankan, dengan hanya Haaland dari Norwegia yang dianggap sebagai underdog.
Di babak perempat final, Mbappé menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol, meskipun ia gagal mengeksekusi penalti di babak pertama melawan Maroko. Namun, ia berhasil mencetak gol penentu kemenangan, kini berbagi posisi teratas dengan Messi dengan total delapan gol.
Meski Messi sempat memimpin usai mencetak hat-trick di laga pembuka, kini Mbappé memiliki keunggulan berkat tiga assist yang dimilikinya, sementara Messi hanya mencatatkan dua assist. Messi memang memberikan satu assist dalam kemenangan 3-1 melawan Swiss, namun tidak mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Di pasaran taruhan, Mbappé kini menjadi favorit dengan odds minus di semua platform. Di FanDuel, odds untuk Mbappé adalah -140, sementara di DraftKings dan BetMGM adalah -120. Sementara itu, odds Messi berkisar antara +140 hingga +150. Walaupun persaingan masih ketat, Mbappé memiliki sedikit keunggulan.
Haaland gagal mencetak gol dalam kekalahan Norwegia di babak tambahan melawan Inggris, menyelesaikan turnamen dengan tujuh gol. Meskipun tujuh gol biasanya cukup untuk memenangkan Golden Boot di Piala Dunia lainnya, kali ini tidak cukup. Kane juga tidak berhasil mencetak gol untuk Inggris, namun rekannya, Jude Bellingham, berhasil mencetak dua gol, kini menjadi kandidat gelar pencetak gol teratas meski sebagai underdog. Kane dan Bellingham masing-masing memiliki enam gol dan odds yang lebih panjang dari 10-1, sehingga sebenarnya perlombaan ini didominasi oleh Mbappé dan Messi, meskipun duopadu Inggris masih memiliki peluang jika mereka tampil gemilang di laga berikutnya.
Ousmane Dembélé dari Prancis, dengan lima gol, dan Mikel Oyarzabal dari Spanyol, dengan empat gol, adalah dua kandidat lainnya. Keduanya perlu melakukan sesuatu yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan dari pemimpin. Dembélé sebelumnya sudah mencetak hat-trick di turnamen ini, dan satu lagi hat-trick mungkin diperlukan untuk merebut Golden Boot.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tim mana yang akan tampil di pertandingan perebutan tempat ketiga. Keempat tim yang masih bertahan dijamin akan bermain di dua laga lagi, yang berarti semifinal tidak akan mengeliminasi siapa pun dari perlombaan Golden Boot.
Meskipun dua final terakhir menyuguhkan masing-masing enam gol, secara historis, laga final biasanya memiliki skor yang rendah. Sejak 1978, pertandingan perebutan tempat ketiga rata-rata mencetak 3,83 gol, sementara final rata-rata hanya 2,92 gol. Tim cenderung lebih berhati-hati untuk kebobolan di laga final, sementara pertandingan perebutan tempat ketiga biasanya hanya menjadi tontonan yang meriah. Jika Messi atau Mbappé bermain di pertandingan perebutan tempat ketiga, itu akan menjadi hasil yang menyedihkan bagi mereka dan tim, tetapi tidak serta merta merugikan peluang Golden Boot mereka.
Empat tahun lalu, Golden Boot diputuskan di final dengan Messi dan Mbappé sama-sama masuk ke laga dengan status pemimpin turnamen, masing-masing dengan lima gol. Messi mencetak dua gol dan Mbappé mencetak hat-trick. Messi sempat memimpin perlombaan Golden Boot dengan keunggulan assist sebelum Mbappé mencetak penalti kedua di menit ke-118. Itu membuat total golnya menjadi delapan, satu gol lebih banyak dari Messi yang tujuh.
Final Piala Dunia 2026 memiliki banyak hal untuk dibuktikan untuk menyamai drama tersebut, tetapi kemungkinan besar final akan kembali menentukan siapa yang meraih Golden Boot.