Seoul – Perusahaan pembuat kapal asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, baru saja mengalami kerugian besar dengan hilangnya kontrak pengadaan kapal selam untuk Angkatan Laut Kerajaan Kanada. Persaingan yang ketat selama satu tahun antara Hanwha dan pesaing asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), berakhir dengan kemenangan pihak Jerman untuk suplai hingga 12 unit kapal selam ke Kanada.
Kehilangan kontrak ini sangat signifikan bagi Hanwha, mengingat pengadaan kapal selam merupakan proyek strategis bagi Angkatan Laut Kanada dalam memperkuat kekuatan maritimnya. Kontrak yang dimenangkan TKMS ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknologi Jerman dalam pembuatan kapal selam, tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar internasional, di mana kompetisi di sektor pertahanan semakin ketat.
Hanwha Ocean, yang merupakan bagian dari Hanwha Group, sebelumnya optimis dapat memenangkan proyek ini dengan menawarkan teknologi terbaru dan inovatif. Namun, hasil akhir menunjukkan bahwa meskipun Hanwha memiliki keunggulan dalam hal inovasi, faktor-faktor lain seperti harga dan dukungan purna jual mungkin menjadi pertimbangan utama dalam keputusan Kanada.
Keputusan ini juga menjadi perhatian bagi industri pertahanan di Asia, termasuk Indonesia. Mengingat Indonesia juga sedang dalam proses memperkuat armada lautnya, keberhasilan TKMS dapat menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang berencana memasuki pasar internasional.
Dengan kehilangan kontrak ini, Hanwha mungkin perlu mengevaluasi strategi mereka di pasar luar negeri dan mencari peluang lain yang dapat mendukung pertumbuhan mereka di sektor pertahanan. Sementara itu, TKMS diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi hubungan bilateral antara Kanada dan Jerman dalam bidang pertahanan dan teknologi militer.