Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menegaskan bahwa kirab pusaka pada Malam 1 Suro, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam, 16 Juni 2026, akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Pernyataan ini diungkapkan setelah Pemerintah Kota Solo mengadakan rapat koordinasi di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin, 15 Juni 2026.
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, bertujuan untuk merespons potensi adanya dua kirab yang akan diselenggarakan oleh masing-masing kubu di dalam Keraton Surakarta. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Solo mengundang perwakilan dari kedua kubu, termasuk Sri Susuhunan Paku Buwono XIV (KGPH Puruboyo) dan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta.
Pertemuan pertama diadakan antara Pemkot Solo bersama Gusti Tedjowulan dan kubu Puruboyo. Namun, kubu Puruboyo tidak hadir secara langsung dan diwakili oleh kuasa hukumnya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu, yang datang bersama anggota keluarga dan kerabat.
Setelah pertemuan pertama, Budi Murtono melanjutkan rapat dengan LDA Keraton Surakarta, yang merupakan pendukung KGPH Hangabehi sebagai Paku Buwono XIV. Dari pihak LDA hadir sejumlah tokoh, termasuk GKR Koes Moertiyah Wandansari selaku Ketua.
Usai rapat, Budi Murtono mengungkapkan bahwa kedua pihak telah memaparkan rencana pelaksanaan kirab. Ia menyatakan bahwa Pemkot Solo serta aparat keamanan siap mendukung kelancaran acara ini. Budi menjelaskan bahwa kemungkinan besar masing-masing kubu akan menggelar kirab secara terpisah, namun dengan waktu yang hampir bersamaan. “Kita harapkan pelaksanaan bisa berjalan baik dan saling memahami,” tuturnya.
Sementara itu, Ferry Firman Nurwahyu, kuasa hukum kubu Puruboyo, enggan berkomentar lebih jauh mengenai hasil pertemuan tersebut, namun ia menyebutkan bahwa kirab Malam 1 Suro tidak akan dilakukan secara terpisah. “Nggak. Mana ada sendiri-sendiri,” ujarnya.
Di sisi lain, GKR Koes Moertiyah Wandansari menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam pertemuan dengan kubu Puruboyo, dan mengklaim bahwa kubu mereka akan menggelar kirab dengan membawa pusaka yang telah diikutsertakan dalam kirab sebelumnya. Dikatakannya, ada 14 pusaka Keraton Surakarta yang akan dikeluarkan untuk kirab yang direncanakan dimulai pukul 00.00 WIB.
Gusti Tedjowulan menambahkan bahwa pertemuan antara kedua kubu berlangsung baik dan berharap pelaksanaan kirab berjalan lancar dan harmonis. Walaupun terdapat perbedaan, keduanya sepakat untuk merayakan tradisi ini dengan penuh rasa hormat.