Seorang pria asal Tiongkok mengalami peristiwa dramatis setelah mengonsumsi jamur jianshouqing yang dimasaknya sendiri di apartemennya yang terletak di lantai 27. Pria yang dikenal dengan nama keluarga Xue ini berasal dari provinsi Yunnan di Tiongkok barat daya.
Xue mengaku bahwa setelah memakan jamur tersebut, ia mulai mengalami halusinasi dan percaya bahwa keluarganya mengundangnya untuk ‘melatih diri’ agar bisa melewati ujian dan mencapai keabadian. Praktik seperti ini sering kali muncul dalam novel-novel fantasi Tiongkok, di mana karakter berusaha untuk mencapai bentuk kehidupan yang abadi.
Dalam keadaan tidak sadar, Xue merangkak keluar dari jendela apartemennya dan berusaha turun menggunakan pipa air. Insiden ini membuatnya terluka, dengan goresan di perutnya akibat proses tersebut. Beruntung, seorang teman yang tinggal di lantai 26 mendengar suara gaduh dan segera menolongnya dengan menariknya kembali ke dalam apartemen.
Namun, meski berhasil diselamatkan, Xue harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Di sana, dia tidak dapat kembali sadar dan dikabarkan jatuh ke dalam keadaan koma. Kasus ini menarik perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan tentang bahaya penggunaan jamur psikoaktif yang semakin dikenal di kalangan masyarakat.
Di Indonesia, meski jamur ini tidak sepopuler di negara asalnya, fenomena mirip sering terjadi. Penggunaan jamur psikoaktif dapat berakibat serius, dan penting bagi masyarakat untuk memahami risiko yang menyertainya. Kewaspadaan terhadap penyalahgunaan zat terlarang sangat penting agar kejadian serupa tidak terjadi di kalangan generasi muda di tanah air.